
BATAM | MEDIA BODREEX ~~~ Jalan koridor utama bundaran punggur arah bandara, pelaksana pekerjaan PT.Harap Panjang nilai proyek Rp 69 milyar, pengerjaannya pada tahun 2023. Kemudian jalan koridor utama pelabuhan bandara ruas simpang laluan madani-bundaran punggur pelaksana pekerjaaan PT.Wijaya Karya Persero- PT.Maju Bersama Jaya nilai proyek Rp 281 milyar, pengerjaannya pada tahun 2023.
Pemberi kerja BP Batam, kegiatan sama pengerjaannya ditahun yang sama. Akan tetapi kualitas pekerjaan beda, perbedaan yang mencolok yakni mengenai aspal, pengaspalan PT. Harap Panjang mulus tidak keriput sampai sekarang. Sementara pengaspalan PT.Wika Persero-PT.MBJ, mulai bergelombang di beberapa titik. Jika BPK-BPKP dan APH ingin melihat langsung silahkan ditelusuri jalan utama tersebut.

“Bukan membanding bandingkan kualitas pekerjaan, tetapi ini fakta dilapangan. Jika berbicara finansial dan pengalaman tentu duluan 10 langkah perusahaan BUMN dari perusahaan lokal. Perusahaan plat merah nilai proyeknya Rp 100 milyar keatas, sementara perusahaan lokal nilai proyeknya Rp 100 milyar kebawah, tetapi disegi kualitas pekerjaan kalah 10 langkah perusahaan plat merah” ujar sumber.
Penyebab aspal bergelombang diduga campuran aspal dengan anti-striping agent/aditiv kimia tidak seimbang, bisa jadi kebanyakan aspalnya atau aspal tidak dicampur dengan anti-striping. Begitu juga dengan pemasangan (U) di seputaran bundaran punggur, dari (U) 80cm ke (U) 60cm bagian atasnya dipasangi batako itu pun tidak di plester.Kemudian pemasangan (U) dalam bundaran kurang rapi, kata sumber.

Sumber menjelaskan, harga anti-striping agent/aditif kimia lebih kurang Rp 10 juta per drum, takaran campurannya satu drum anti striping untuk enam ton aspal. Prosesnya dimulai dengan DMF untuk menentukan rasio bahan, lalu JMF dibuat untuk memverifikasi dan mengontrol kualitas campuran. Biasanya ketika uji lapangan dihadiri Konsultan pengawas, PPTK dan manager proyek.
Ketua DPW JWI Kepri Han, dimintai tanggapan mengatakan, pada proses lelang saja sudah heboh. Kabarnya lelang proyek jalan koridor utama pernah dilaporkan ke KPPU dan KPK, namun bagaimana kelanjutannya belum diketahui sampai sekarang. Belum ada terdengar KPPU dan KPK memanggil pihak yang dilaporkan. Anggaran proyek peningkatan jalan dan pelabuhan tahun 2023 lebih kurang Rp 500 milyar, enam titik.
Boy Sasmita Direktur pembangunan infrastruktur BP Batam melalui WhatsApp kepada media ini menyampaikan, segera menurunkan tim untuk pengecekan

Tahun 2025 ini PT. MBJ menang lagi tender peningkatan jalan Amad Yani (Simpang Kabil-Simpang Batam Indo, dengan nilai kontrak lebih kurang Rp 81 milyar. Diminta pihak PT.MBJ, jaga kualitas pekerjaan jangan sampai aspal keriput seperti jalan koridor utama bundaran punggur. Pesan ke konsultan Pengawas maneger proyek uji betul betul sebelum aspal dibentang dan PPK jangan sampai terkecoh.(Tim)

