BATAM | MEDIA BODREEX ~~~ Jalan koridor utama pelabuhan bandara (ruas simpang laluan madani-bundaran punggur)’ pengerjaan dilaksanakan pada TA 2023.
Namun belum sampai dua tahun sebagian badan jalan bergelombang pelaksana proyek jalan koridor utama, PT. Wijaya Karya (PERSERO)- PT.Maju Bersama Jaya.
Anggaran proyek jalan koridor utama pelabuhan bandara ruas simpang laluan madani bundaran punggur nilai kontrak lebih kurang Rp 281 milyar.
Lokasi jalan bergelombang tersebut simpang lampu merah kepri mall-simpang kabil kini kondisinya parah dan membahayakan pengendara.
Sumber layak dipercaya mengatakan, jalan tersebut bukan strukturnya turun akan tetapi perekatnya tidak seimbang dengan aspal.
“Sepengetahuan saya sebelum aspal tersebut digelar atau dibentang sudah barang tentu melalui pengujian ketat tetapi anehnya bisa lolos”ujar sumber.
Sumber menambahkan, aspal yang bergelombang tidak bisa ditimpa dengan aspal yang baru, aspal yang lama harus dikupas habis.
Boy Sasmita Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam melalui seluler mengatakan, segera menurunkan tim untuk pengecekan.
“Tim pemeliharaan jalan akan coba cek kondisi terkait penyebab kerusakan pada badan jalan, nanti akan diuji mutu aspal” katanya.
Tahun 2025 ini PT. MBJ menang lagi tender peningkatan jalan Amad Yani (Simpang Kabil-Simpang Batam Indo, dengan nilai kontrak lebih kurang Rp 81 milyar.
Sumber ingatkan PPK berikut Ditektur PT.MBJ, beri para pekerja alat pelindung diri jangan diulangi lagi seperti proyek tahun anggaran 2023.
Begitu juga dengan kualitas jangan sampai bergelombang lagi seperti jalan koridor utama bundaran punggur, sumber mengingatkan.(Rihan Bodrex).

