
BATAM | MEDIA BODREEX~~~ Sampai saat ini, kasus pemakaian air tiba tiba melonjak tinggi, belum ada penyelesaian. Rustam (konsumen) mengaku tidak pernah menggunakan air sampai ratusan kubik, dan sangat keberatan dengan tagihan mencapai jutaan rupiah.
“Sudah puluhan tahun kami jadi konsumen, mulai dari ATB sampai ABH,belum pernah menggunakan air sampai ratusan kubik dalam satu bulan. Namun pada bulan juli tagihan melonjak hampir dua juta rupiah” Demikian kata Rustam ke media ini pada selasa 26/8/25.
Misalkan pihak ABH tetap bersikukuh menagih dengan nominal Rp 1.817.550 terus terang tidak mampu. Kalaupun harus kami bayar juga tentu sesuai dengan kemampuan. Dan diharap kepada pihak ABH, ganti meteran lama dengan meteran baru, kemudian pindahkan posisi meteran ke lokasi yang gampang dilihat oleh tukang catat.
Maneger ABH-KPP Ismadi dikonfirmasi melalui WhatsApp, segera di infokan tulisnya singkat.
Diberitakan sebelumnya, tagihan air dari bulan januari sampai bulan juni tidak jauh perbedaan hanya berkisar Rp 50,000 sampai Rp 60,000 saja. Akan tetapi pada bulan Juli tagihan tiba-tiba membengkak dengan nominal Rp 1.817.550.
Dijelaskan inisial DS melalui suaminya, tidak ada pipa bocor, tidak ada acara pesta, tidak ada jual air,tetapi tagihan berubah melonjak. Selanjutnya tagihan di bulan agustus turun lagi seperti biasa sebesar Rp 63.950. Kasus ini sudah disampaikan ke pihak PT.Air Batam Hilir-Moya dan pihak ABH juga sudah cek lokasi, namun sampai saat ini belum ada penyelesaian.
“Tagihan bulan juli dan bulan agustus belum dibayar, tidak dibayar karena belum ada penyelesaian. Malah tim KPP dengan gampangnya menyalahkan kami, mereka sebut lost control dan tidak ada kesalahan dari alat dan petugas tukang catat”katanyal.(Rihan Bodreex)

