
BATAM | MEDIA BODREEX ~~~ Pejabat Pemko Batam inisial G, sebut rumah gedung yang sedang dibangun itu bukan miliknya”itu anak yang bangun, saya hanya mengawasi proses pembangunannya saja”katanya dilokasi pada 25/9/24.
Di PT.Banda Patra Gas, ada lima nama, salah satu nama yang tercantum sebagai pemegang saham inisial Y. Tidak hanya menjalankan bisnis gas, yang bersangkutan kabarnya juga punya distributor minyak makan.Demikian disampaikan sumber pada Rabu 10/9/25.
“Tidak perlu heran kalau keluarga terdekat Pejabat Pemko Batam, menjalankan bisnis dagang, karena kepala perdagangan” sumber menambahkan.
Diberitakan sebelumnya. Sering diperbincangkan warga Batam, bahwa oknum Pejabat Pemko Batam inisial G diduga memiliki beberapa rumah gedung yang berada dikawasan elit, bahkan asetnya tersebut pernah bebarapa kali di beritakan.
Sumber layak dipercaya mengatakan inisial G Pegawai Negeri Sipil Pemko Batam pantas disebut borjuis, dengan menduduki tempat basah dan benarkah karena kedudukan mampu miliki bangunan atau rumah di beberapa tempat dengan nilai fantastis.
Menurut sumber, sudah sepatutnya pusat pelaporan dan analisis transaksi keungan (PPATK) mempertanyakan asal muasal harta yang didapat, apakah dari jalan lurus atau sebaliknya.
“Seorang ASN bekerja dengan lurus dan tidak ada usaha lain dan juga tidak berasal dari keluarga berada, mengabdi pun setengah abad sebagai ASN tidak akan mampulah miliki gedung atau rumah dengan nilai fantastis. Paling tinggi gaji ASN Rp 15 juta perbulan dan sudah termasuk tunjangan”sumber menjelaskan.
Kalau boleh tau berapa sih gaji pejabat setingkat inisial G per bulan, kalau boleh tau apakah inisial G punya usaha lain, kalau boleh tau juga apakah inisial G dari keluarga berada. Kalau boleh tau dengan gaji segitu mampukah membangun rumah gedung di kawasan elit, meskipun pinjam ke BANK menggadaikan Sk, ujar sumber.
Informasinya inisial G tidak dipakai oleh Walikota Amsakar untuk membantu kinerja, sebab Walikota sedikit banyaknya mengetahui sepak terjang oknum pejabat yang satu ini, sumber menambahkan.(Rihan Bodreek)

