NATUNA | MEDIA BODREEX ~~~ Dua Bulan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Natuna belum menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
“Dua bulan, Bapakee, Agustus- September TPP kami belum cair, banyak yang buat status menjerit. Tolonglah keluarkan yang dua bulan tu” ujar salah seorang ASN yang enggan namanya di publikasikan.
Keterlambatan pencairan TPP bukan pertama kali terjadi. Sejumlah ASN mengaku kondisi serupa sempat terjadi tahun lalu dan kembali terulang pada penghujung tahun ini.
Kondisi ini tentu memicu keresahan di kalangan pegawai negeri sipil yang berharap adanya kepastian dan transparansi dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat
Keterlambatan TPP juga memberikan berdampak buruk terhadap perputaran ekonomi di masyarakat khususnya masyarakat Natuna
ASN lainnya sebut, sejak pembayaran TPP sering telat, ia harus mencekik belanja bulanan. “TPP itu jadi penyambung belanja dapur, bayar sekolah anak, sampai cicilan,” ujarnya.
Situasi ini juga berdampak pada Warung makan, toko kelontong, toko pakaian kata salah seorang pedagang pakaian di pasar Ranai, omzet menurun dratis “jual beli sehari tidak sampai 300 ribu kadang-kadang zonk” ujarnya
Berita ini ditayangkan, Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab keterlambatan, pembayaran TPP.(RB)

