NATUNA |MEDIA BODREEX~~~ Penulusuran DPW JWI KEPRI dua bulan lalu, terpantau gedung-gedung selesai dibangun namun belum dimanfaatkan. Gedung yang telah selesai dibangun dan belum dimanfaatkan yakni gedung arsip, rumah produksi dan masih ada lagi.
Mengenai gedung arsip dilihat kondisi bangunan tersebut sangat memprihatinkan. Atap bocor, plafon rusak, daun pintu tidak keliatan berikut cat dinding sudah memudar.
Selanjutnya rumah produksi (IKM), sampai saat ini kabarnya belum ada yang di produksi. APBD Natuna yang digelontorkan untuk pembangunan komplek rumah produksi lebih kurang Rp 10 miliyar.
“Saya jadi miris melihat kondisi gedung gedung tersebut. MIisalkan TA 2025 ini dibangun lagi gedung berikut, mohon perencanaannya benar benar matang, jangan sampai terjadi seperti yang sudah sudah” ujar ketua tim ke media ini minggu 13/7/25.
Proyek gedung pemerintah yang tidak dimanfaatkan dapat disebabkan oleh berbagai faktor termasuk perencanaan yang buruk, perubahan kebutuhan atau kurang pemeliharaan.
Hal ini dapat menimbulkan masalah seperti pemborosan anggaran,penurunan aset dan potensi resiko keamanan penting untuk mengkaji ulang proyek tersebut dan mencari solusi untuk pemanfaatan yang optimal atau, jika perlu, melakukan penghapusan aset dengan prosedur yang tepat.
Pertanyaannya, rencana program yang bagaimana dibuat mantan Bupati Natuna berikut Disperindag Natuna, rumah produksi (IKM) dibangun TA 2023 namun sampai pertengahan 2025 belum difungsikan?
Terkait belum produksi rumah produksi (IKM). Media ini sudah berupaya menghubungi Kepala Dinas Disperindag Natuna melalui WhatsApp, namun yang bersangkutan belum respon alias diam.
Melihat kondisi fakta dilapangan mohon menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Natuna.
Demikian disampaikan DPW JWI Kepri ke media ini.(rihan bodrex)

